
Rencana pembangunan rumas sakit di Kecamatan Pamuengpeuk Kabupaten Garut, untuk layanan kesehatan bagi warga di kawasan Garut selatan (Gasela) memerlukan biaya sekurang-kurangnya sebesar Rp 41,7 miliar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Drg H. Ariya Tarmadi M.Kes mengatakan Selasa (18/10), biaya sebesar itu akan diperuntukkan bagi pembangunan fisik sebesar Rp 22 miliar serta pengadaan alat kesehatan sekitar Rp 28 miliar, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan tanah sebesar Rp 2 miliar, katanya.
Mendesaknya kebutuhan tersebut sempat dikemukakan kepada rombongan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat asal Daerah Pemilihan (DP) XI, diketuai Ir Drs H. Iyos Somantri yang menyatakan, berbagai usulan pembangunan yang mengemuka dari Pemkab Garut akan segera disesuaikan dengan skala prioritas arah kebijakan umum pembangunan provinsi, katanya.
Pameungpeuk berjarak 90 km arah selatan pusat kota Garut, yang selama ini hanya memiliki Puskesmas dengan tempat perawatan (DTP), namun menjadi rujukan bagi warga kecamatan lain di sekitarnya seperti dari Kecamatan Cibalong, Cikelet bahkan dari Kecamatan Caringin.
Kemudian warga asal Gasela tersebut jika rujukan ke RSU Dr Slamet Garut dengan menempuh jarak sangat jauh, dan sangat rawan apabila terdapat pasien yang kondisi kesehatannya sedang mengalami emergency maupun perlu mendapat pertolongan secepatnya.
Maka pembangunan rumah sakit di Pamuengpeuk selama ini sangat didambakan masyarakat setempat, karena selama ini banyak diantara mereka yang terpaksa melakukan rujukan ke kota, sebagaimana diungkapkan warga setempat Sulaeman(45), pengemudi angkutan penumpang umum itu kerap membawa penumpang sakit untuk merujuk penyakitnya ke RSU Dr Slamet meski di tengah malam hari sekalipun, ujarnya. continue...